Tuesday, October 26, 2010

Banjir lumpuhkan Jakarta



sumber: Kompas.com

Hujan lebat yang tiba-tiba mengguyur kawasan Jakarta sekitar pukul 15.00 telah mampu melumpuhkan sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta. Seperti yang dipantau oleh Traffic Management Centre Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, sebanyak 36 titik banjir telah mencapai kedalaman 20cm hingga 1 meter di daerah Jakarta dan Tangerang Selatan.

Wilayah banjir yang memiliki ketinggian di atas 50 cm, antara lain Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, ke arah Pancoran dan sebaliknya, ke arah Jalan Wolter Monginsidi, tertutup luapan air Sungai Krukut setinggi 1 meter. Jalan tersebut sama sekali tak bisa dilewati. 

Di jalan MH. Thamrin di depan Sarinah juga tergenang air hingga 50cm, tidak bisa di lewati oleh kendaraan roda empat maupun dua, yang hanya bisa melewatinya adalah bus transjakarta. Banjir terus terjadi hingga malam hari yang membuat kemacetan hampir di seluruh kawasan ibu kota antara lain di Jalan Gatot Subroto, Slipi, Grogol, Tomang, Jenderal Sudirman, Blok M, ke arah Blok M, Cawang, Dewi Sartika, Pasar Minggu, Mampang, dan Hayam Wuruk. Namun, menjelang pukul 23.30, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto-Slipi-Tomang dan Gatot Subroto-MT Haryono-Cawang- UKI, baik di jalan arteri maupun tol, mulai merambat. 


Eko, salah satu karyawan travel merasakan dampak banjir juga. Ia harus berjalan kaki dari harmoni menuju daerah roxy di karenakan kendaraan yang tidak bisa bergerak sama sekali. Namun, banyak juga yang berjalan kaki sore itu. eko membutuhkan waktu 5 jam untuk bisa sampai di rumahnya daerah Cengkareng. Biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai rumahnya.


Hujan yang berhenti tidak lantas membuat banjir langsung surut. Di beberapa titik masih tergenang air yang cukup tinggi dan tidak bisa di lewati kendaraan. Menurut BMKG, cuaca buruk sekarang ini masih akan terus berlangsung hingga 2011. Maka, Jakarta harus siap untuk lumpuh setiap kali hujan lebat mengguyur.


Ellen aprilianti
915080053
sumber: kompas.com 
selasa, 26 oktober 2010

Monday, October 25, 2010

Blackberry Laris Manis

Di jakarta kota modern ini siapa yang tidak kenal akan blackberry? baik anak-anak,remaja ,bahkan orang tua pun tahu akan Gadget blackberry atau yang sering di sebut bb ini yang memiliki layanan GPRS dan 3G yang di sediakan oleh berbagai operator di Indonesia dengan harga layanan GPRS dan 3G dari 2000rupiah sampai 5000 rupiah perhari.walaupun dengan harga layanan yang cukup mahal ini ternyata Blackberry tetap laris di pasaran Jakarta.

Blackberry yang Laris manis di pasaran Jakarta ini juga di buktikan oleh pengakuan salah seorang pemilik toko handphone di Cempaka Mas ,"wah mbak, di sini tiap hari ada saja yang beli BB , mau yang curve,javeline,storm,bold,odin,atau torch ada saja,ya sehari mungkin laku 2-3 BB,Lumayan untuk bayar sewa toko mbak...apa lagi semenjak abis lebaran sampai oktober ini banyak yang tuker tambah hp lama dengan BB baru Torch yang mulai di luncurkan bulan oktober ini." Fika seorang pemilik toko Handphone di Cempaka mas.

Blackberry memiliki berbagai keungulan yang di minati oleh banyak penguna blackberry , misalnya saja dengan layanan GPRS dan 3G nya dengan harga paket dari operator untuk langanan layanan bagi blackberry,dengan adanya layanan blackberry para penguna BB dapat dengan mudah mengakses email,atau push email yang merupakan keungulan BB dapat terus menerus mengpush email yang masuk ke account penguna sehingga penguna di mudahkan dalam bekerja,dan push email ini pun tidak memakan batre .

Blackberry yang semakin berkembang di Jakarta saat ini karena blackberry tidak susah untuk digunakan ,sehingga anak-anak,remaja dan orang dewasa juga dapat menggunakan nya,apa lagi di dukung dengan chatiing melalui blackberry messenger yang memudahkan para penguna blackberry untuk saling berhubungan.seperti yang di katakan Andrew seorang siswa SMP di Jakarta " saya malas menggunakan sms lagi sekarang,enakan BBM(blackberry messenger) aja tidak ribet,apa lagi teman teman saya juga pakai BB"

Mungkin Blackberry dapat lebih berkembang lagi di Jakarta, kekurangan blackberry saat ini hanya tidak memiliki pusat perbaikan Blackberry sehingga penguna blackberry masih bingung pada saat ingin bertanya tentang blackberry nya harus bertanya kemana ,walaupun sudah ada nya RIM di indonesia.tetapi para pengguna blackberry masih tidak memiliki tempat yang tepat untuk bertanya,semoga blackberry dapat membuka pusat nya di Jakarta.

Metta Andriany
915080049

Saturday, October 23, 2010

Hobinya itu Membuahkan Penghasilan

Disaat mahasiswa lain bersenang-senang dengan teman-temannya, bolos kuliah, dan bahkan tidak tahu kemana masa depan mereka nantinya, sosok yang berbeda terlihat dari pemuda asal Jakarta ini. Kesenangannya akan menggambar dan mendesain berhasil membawanya menjadi seseorang yang tidak hanya berhasil di dalam kampusnya, namun juga di luar kampusnya. Richard Wijaya (24), seorang mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Tarumanagara terlahir dengan bakat menggambar sejak kecil. Bakat yang akhirnya menjadi hobi itu, awalnya disalurkan saat jam-jam pelajaran berlangsung saat SMP. Coretan-coretan yang diukirnya kala bosan tersebut berlangsung hingga saat ini.
Saat masuk kuliah, Richard sudah mantap memutuskan untuk memilih jurusan DKV. Pilihannya tersebut memang tidak pernah salah dan dia sesali. Desain yang selama ini hanya hobi, kini sudah membuahkan penghasilan baginya. Dimulai dari mulut ke mulut, hasil karyanya tersebut mulai dibeli oleh teman-temannya. Karena salah satu temannya juga ia bisa menjual hasil karyanya pertama kali untuk Bank Mega cabang Untar 1, sebagai desain t-shirt saat acara Gathering Fun Family yang diselenggarakan Bank tersebut. Sempat juga ia membuka toko online yang menjual kaus-kaus distro yang ia desain bersama tiga orang temannya yang lain.
Kekreatifitasannyapun terus bertambah. Lagi-lagi ia dipercaya untuk mendesain t-shirt untuk mahasiswa baru dan panitia tahun 2008 dan 2009, t-shirt untuk fakultas psikologi, dan Untar admisi untuk promosi, pin, merchandise tahun 2010. Tahun 2010 ini, Richard dipercaya juga untuk menangani proyek Model Promotion Untar sebagai fotografer dan menyeleksi finalis nantinya. Tidak hanya berkembang didalam lingkup kampus saja, ia juga telah bekerja disalah satu usaha garmen yaitu Asia Garmindo, di daerah tanjung duren, saat ia baru menginjak semester 5. Dalam tempat bekerjanya tersebut, ia dipercaya untuk mendesain, melakukan produksi hingga pemasaran dengan klien. Proyek yang cukup besarpun sempat ia tangani bersama timnya saat meniadi klien RCTI untuk mendesain t-shirt pada salah satu programnya.
Tidak gampang puas adalah prinsipnya. Walaupun banyak orang yang sering mengatakan karyanya bagus, ia selalu merasa ada yang kurang dan yakin kalau seharusnya ia bisa menghasilkan lebih baik dari pada hasil karya-karyanya tersebut. Richard juga melebarkan sayap untuk mendesain kartu nama, logo, kop surat, brosur, poster. Toko berlian, Institusi pendidikan, jasa travel, konsultan anak sempat mempercayainya untuk mendesain logo ataupun kartu nama. Dengan rata-rata penjualan untuk logo sekitar 3,5 juta, dan desain lainnya sekitar 400.000 – 1juta telah menjadikannya anak yang mandiri dan tidak memerlukan lagi bantuan keuangan dari orang tuanya.
Hasil desainnya tidak hanya ia gunakan untuk penjualan saja, tetapi juga sebagai salah satu bentuk persembahan yang diberikannya kepada Sang Pencipta. Ia aktif di Gereja sebagai ketua kreatif majalah gereja dan sering mendapat kepercayaan untuk mendesain baju-baju untuk event gereja seperti ret-reat. Walaupun sudah bisa menghasilkan uang dari karya-karyanya, tidak lantas membuat ia lupa akan pendidikannya. Ia sempat menjadi asisten dosen fotografi selama 2 semester di DKV Untar, dan aktif di lingkungan kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Banyak hambatan yang ia lalui selama ini untuk mencapai sebuah hasil karya. Sebagai seorang yang terus berkarya dengan mendesain, ia kerap kali dihadapkan dengan masalah tidak adanya ide apalagi saat deadline untuk tugas maupun perkerjaannya apalagi ia masih harus memikirkan pendidikannya juga. Saat masalah tersebut datang, biasanya ia akan mendesain apa saja yang ada dipikirannya saat itu, walaupun hanya sebuah coretan yang tidak penting namun mungkin pada akhirnya nantu akan melahirkan ide yang baru. Yang penting adalah goresan, warna dan corak yang ada dalam setiap desainnya murni menggambarkan dirinya, sehingga sewaktu orang melihatnya, akan segera tahu bahwa desain tersebut adalah miliknya. Selain itu Richard sering sekali mempelajari desain-desain baru yang ia lihat di internet maupun sesame kalangan desainnya, agar ia bisa juga terinspirasi atau bahkan menciptakan sebuah desain baru.
Sedangkan jika tiba-tiba inspirasi datang, ia segera menggambarkannya agar tidak lupa dan hilang begitu saja. “Selama ini, kalau tidak mendapatkan ide, apa saja yang bisa saya desain akan saya gambar saat itu juga, yang penting saya tidak diam terpaku saja, hal itu akan membuat saya kehilangan lebih banyak konsentrasi untuk mendesain” tuturnya. Oleh karena itu, Richard tidak pernah takut bersaing oleh siapapun dalam hal mendesain. Menurutnya, semua orang mempunyai ciri khas masing-masing dari desainnya.
Hal yang mungkin ia bisa banggakan saat ini adalah disaat orang lain masih membutuhkan biaya pendidikan dari orang tuanya , ia bisa membiayai hidupnya sendiri. Dapat mengenal banyak orang dari lingkup mana saja, sehingga menambah pengalamannya, dan bisa membuat orang terinspirasi oleh hasil karyanya.
Saat ini ia juga sedang merintis untuk membuka usahanya sendiri yang masih bertempat di rumahnya, daerah kalideres Jakarta Barat. Dengan nama “Rich Art” yang mengedepankan biro desain dan juga merekrut junior-juniornya yang masih dalam masa pemebelajaran. Hal ini dimaksudkan agar juniornya tersebut mempunyai pengalaman dalam hal mendesain sehingga bukan hanya sebagai tempat kerja, namun juga sebagai wadah untuk mengahasilkan karya-karya dan saling belajar satu sama lain. Karyanya banyak membuat orang lain terinspirasi, khususnya teman-temannya, banyak dari mereka yang ingin belajar karena terpengaruh oleh desain-desain milik Richard yang mereka lihat. Harapannya kedepan, ia ingin menjadi seorang dosen di bidang desain dan juga terus mengembangkan usahanya “Rich Art” yang tidak hanya menjadi desain grafis yang duduk dan menggambar, tapi juga ikut dalam kegiatan usahanya tersebut, seperti mengelola dan mempromosikannya. Selain itu, mengikuti pameran desain juga merupakan cita-citanya yang belum sempat terealisasikan saat ini. Dan yang lebih penting lagi, ia bisa menyelesaikan skripsinya tahun ini untuk bisa segera menjadi sarjana.


Ellen Aprilianti
915080053

Thursday, October 21, 2010

Pariwisata Indonesia, bangkitkah?

kekayaan alam yang indah selama ini selalu diakui oleh seluruh rakyat semesta, dimiliki Indonesia. dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa yang disandangnya selama ini, pariwisata merupakan salah satu sumber devisa terbesar yang dimiliki Indonesia. namun tahun demi tahun kemerosotan keadaan alam di Indonesia semakin mendekati batas berlebihan. hutan yang terbakar, sungai yang terdegradasi, laut yang terkontaminasi, bahkan daerah hijau yang berubah menjadi lahan bangunan, semakin lama semakin mengikis keindahan alam indonesia.

Menilik hal tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengklaim berhasil memajukan pariwisata Indonesia. Meski demikian, sejumlah kalangan, menilai, pariwisata Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara lain. Apalagi jika melihat potensi wisata alam Indonesia yang luar biasa. Namun Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengaku optimistis target 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercapai karena terjadi peningkatan jumlah kunjungan sebesar 7%.





Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang juga pakar pariwisata, Prof Dr Wiendu Nuryantie, mengatakan, ada tiga parameter penting untuk mengukur kinerja pariwisata, yaitu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara, lama tinggal, serta jumlah pembelanjaan wisatawan. ”Jika dua dari tiga parameter itu menunjukkan kenaikan, itu keberhasilan dari upaya marketing. Namun, rendahnya pembelanjaan wisman menandakan rendahnya kualitas destinasi,” ujarnya.


Wakil Ketua Umum Asita Pusat Asnawi Bahar meragukan keberhasilan dari pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara pada 2009 yang 6,4 juta wisman. ”Angka sebanyak itu dari mana? Coba hitung seat pesawat terbang dari luar negeri yang datang, tak sampai sebanyak itu satu tahun. Lalu, data di imigrasi kan tidak pernah ada mana yang betul-betul turis mancanegara, pekerja, dan mana yang bukan. Mungkin saja orang Indonesia pulang wisata dari luar negeri dikatakan sebagai turis mancanegara masuk ke Indonesia,” katanya.

Menurut Nina, seorang pelajar SMA, baginya Indonesia selalu menjadi negeri yang berpotensi, namun buta pada kemilaunya. "Indonesia tuh keren banget, cuman kitanya aja yang sibuk ngopi negara lain, apalagi negara-negara barat, dan lupa buat memajukan negara sendiri. padahal kalo kita mau buka mata juga kita gak kalah saing kok." ujarnya berapi-api.

memang, melihat kondisi Indonesia yang kian hari kian mengenaskan dan membuat air mata sedih dan geram menetes, akankah kita akhirnya menyadari bahwa sekaranglah kita harus berbuat sesuatu? ataukan tetap kta hanya melihat dan menangis?


Oleh :
Ellen Budianto
915080058

Sumber :
Harian Kompas
Kamis, 21 Oktober 2010

Tuesday, October 19, 2010

Keegoisan di atas Pendidikan

Pekan ini, tersebar berita mengenai masalah Sekolah Kristen Ketapang II yang terletak di Komplek Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat. Masalah yang muncul akibat tanah sengketa ini mengancam pendidikan ratusan siswa di sekolah tersebut. 

Dengan biaya mahal, para orang tua membayar pendidikan anak-anak mereka. Mengharapkan suasana dan ilmu yang tinggi, malahan mendapat masalah seperti ini. Tidak jelas bagaimana nasib pendidikan anak-anak mereka. Kemarin, Senin, 18 Oktober 2010 hingga Rabu, 20 Oktober 2010, anak-anak diliburkan dari kegiatan belajar- mengajar. 

"Bingung juga. Mungkin kalau anak saya adalah salah satu murid di sana, saya tidak tahu harus bagaimana. Kalau saya biarkan anak saya tetap sekolah pun sepertinya akan tidak aman karena masalah masih panas seperti sekarang," komentar Ivanna, seorang karyawati.

Tidak jelas bagaimana nasib mereka saat ini. Dalam waktu 2 bulan, pihak sekolah diharapkan sudah keluar dari sana. Ahli waris tetap memaksakan agar pihak sekolah segera mengosongkan dan pindah dari sekolah tersebut. Di pertengahan tahun ajaran seperti ini, tidak tahu bagaimana nasib para siswa di sekolah Ketapang II ini. Sekolah yang terletak di dalam komplek perumahan ini sangat menyayangkan kejadian ini.

Masalah tanah persengketaan seperti ini, sudah sering terjadi di Indonesia. Masalah hak kepemilikan surat-surat tanah dan bangunan sangat begitu penting tetapi masih sajah masalah seperti ini terjadi. Kesalahpahaman adalah alasan mengapa masalah sengketa tanah menjadi dorongan hingga mencapai pengadilan. 

Kita semua pasti mengharapkan adanya jalan keluar yang sesuai proses yang ada. Tidak ada pihak yang dirugikan pastinya.




LORENSYA
915080021

Monday, October 11, 2010

Banjir Datang, Saatnya Angkut Barang

Langit mulai gelap, suara petirpun mulai menyambar bersaut-sautan, angin dingin mulai berhembus kencang. Tak berapa lama rintik air hujan berubah menjadi hujan deras. Hari itu lagi-lagi Jakarta diguyur hujan. Becek, genangan air mulai terlihat di seluruh jalan Ibu Kota. Begitu juga halaman disalah satu rumah daerah kalideres, Jakarta barat mulai terkena imbasnya. Hujan yang datang membawa banyak kesulitan bagi penghuni rumah tersebut. Genangan air mulai memasuki halaman rumah, bahkan terus mengalir kedalam rumah itu. sejumlah perabotan harus segera diselamatkan agar tidak terendam dan rusak karena banjir.

Itulah kegiatan Lystia dan keluarganya di saat musim hujan mulai datang. Lystia yang merupakan mahasiswi salah satu perguruan swasta di Jakarta Barat, harus mulai mengantisipasi setiap hujan datang. Jalanan yang lebih tinggi dari pada halaman rumahnya tersebut membuat aliran air selalu masuk kedalam rumahnya saat hujan tiba, ditambah lagi dengan sering mampetnya saluran air di sekitar rumahnya.

“Jangan taruh barang-barang dibawah” teriak ibunya. Teriakan itu selalu terdengar saat petir baru menggelegar di langit. Lystia bersama kakak dan ibunya mulai bahu-membahu mengangkat sejumlah perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi. Kulkas, televisi, dispenser, hingga lemari sepatu harus segera diangkat jika tidak ingin rusak. Walaupun sangat berat, ia harus melakukannya dengan cepat sebelum air masuk ke rumahnya. Tidak jarang juga sendal atu sepatu ikut terbawa air, jika banjirnya mulai meninggi.

Bukan hanya harus mengangkat perabotan rumah, Lystia juga harus rela untuk tidak bisa berpergian keluar menjalani aktivitasnya. “kalau hujan, yah di rumah terus, gak bisa ke mana-mana, kuliahpun gak bisa lagi. Jalanan aja sudah air semua” keluhnya. Ia juga merasakan sulitnya mendapatkan air bersih jika sudah banjir, air yang kotor masuk kedalam penampungan airnya, sehingga harus di kuras terlebih dahulu setelah banjir. Belum lagi, seringnya mati lampu jika banjir. Susah untuk beraktifitas, rumah air semua, gelap juga.

Setelah hujan berhenti, kegiatan mereka malah lebih banyak lagi. Mereka harus membersihkan air kotor yang masuk, membersihkan perbotan lain yang memang tidak bisa di angkat, dan kadang-kadang juga harus mencuci semua baju yang terendam air banjir. Besi-besi penyangga perabotan sudah terlihat berkarat, lemari-lemari mulai terlihat lapuk karena sering terkena air.
Kini saatnya mereka untuk menurunkan kembali semua barang-barang yang di angkat tadi ke tempat semula. “kelihatannya kurang kerjaan, sudah diangkat nanti diturunin lagi. Memang harus begitu, kalau tidak rumah jadi berantakan”, jelasnya. Ukuran rumah yang tidak besar, menjadi salah satu alasan mengapa mereka harus segera menata ulang barang-barangnya.

Keluarga itu juga pernah mengalami banjir besar yang pernah terjadi di Jakarta beberapa tahun lalu. Bahkan, lystia harus berjalan kaki pulang dari sekolahnya yang cukup jauh kala itu, sekitar 9 km, sedangkan ayahnya terpakasa tidak pulang karena jalanan yang tidak bisa dilewati akibat tingginya air banjir. Dan, ibunya harus sendirian mengangkat semua perabotan rumah, walaupun tidak semua terselamatkan dari banjir.


Pompa sudah mereka siapkan untuk menyedot air agar tidak masuk ke rumahnya, tapi jika pompa tersebut sedang rusak, banjir pasti akan masuk ke dalam rumah. Maka sekarang untuk lebih memudahkan, semua perabotan rumah di taruh di alas yang lebih tinggi, banjir masukpun mereka sudah siap.


Ellen Aprilianti
915080053

Sunday, October 10, 2010

Indonesia Masih Harus Belajar…

Indonesia kalah telak melawan semifinalis Piala Dunia 2010, Uruguay. Meskipun sempat unggul terlebih dahulu oleh gol yang dilesakkan striker asal Papua, Boaz Sollosa pada awal babak pertama. Namun Uruguay membalik ketertinggalan itu menjadi kemenangan dengan skor 7-1 melalui hattrick masing-masing oleh strikernya Luis Suarez dan Edinson Cavani, serta 1 gol pemain pengganti, Sebastian Eguren. Dengan kekalahan ini, ada banyak hal-hal yang harus diperbaiki pada timnas Indonesia.

Pembenahan dimulai dari soal kebugaran fisik, pengaturan ritme, kerja sama tim, teknik individu, dan lain-lain. Demikian yang dikatakan pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl. ”Kebugaran menjadi masalah terbesar kami. Menghadapi tim kelas dunia seperti Uruguay, Anda harus benar-benar kuat fisik” ungkapnya. Senada dengan Riedl, striker dan kapten tim Bambang Pamungkas menyebut hasil itu bukti betapa Indonesia kalah kelas dibanding Uruguay.

Pertandingan disaksikan sekitar 25 ribu penonton yang berasal dari berbagai daerah untuk mendukung timnas Indonesia. Pada awal pertandingan juga dilakukan foto bersama antara Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi oleh Menpora Andi Malaranggeng dan ketua PSSI Nurdin Halid dengan para pemain kedua negara. Gemuruh penonton kemudian membahana setelah striker Indonesia Boaz Sollosa mampu memperdaya kiper Uruguay dengan kecepatan yang dimilikinya, 1-0 untuk Indonesia.

Pada penghujung babak pertama berakhir, Uruguay mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 berkat gol yg dilesakkan kedua penyerang mereka, Cavani dan Suarez. Gol Suarez cukup membuktikan kehebatannya sebagai striker kelas dunia setelah mampu melepaskan diri dari 3 bek Indonesia kemudian melepaskan tembakan meskipun telah dihadang begitu ketat. Selepas turun minum, stamina pemain Indonesia terlihat kedodoran, mereka kurang fight menghadapi bola-bola yang dilepaskan pemain Uruguay. Gol demi gol pun mulai bersarang ke gawang yang dikawal kiper Markus Horison.

Menurut Bambang (28), seorang penggemar bola, kekalahan telak ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan PSSI telah salah besar dengan berbagai kegagalan yang terjadi. Meskipun pertandingan persahabatan, namun kekalahan sangat telak tersebut seharusnya menampar pengurus PSSI. “Nurdin Halid sudah selayaknya mengundurkan diri dari ketua PSSI, dia tidak membawa dampak positif bagi Timnas Indonesia selama kepemimpinannya. Pembinaan pemain muda harus lebih dioptimalkan, berikan mereka porsi latihan yang sesuai dengan kebutuhannya, liga sepak bola usia dini juga harus teratur dilakukan dan jangan sungkan untuk mengirim mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan untuk mendapatkan mental bertanding yang kuat” jelas Bambang.

Pelatih Timnas Uruguay, Oscar Tabarez menyarankan agar Indonesia serius dalam pembinaan pemain-pemain muda. Hal itu dikatakan Tabarez  dalam jumpa pers seusai pertandingan. “Indonesia harus menatap ke depan dan lebih mengutamakan pemain muda. Dari pemain muda Indonesia yang saya lihat berlatih di Uruguay, pemain Indonesia memiliki potensi besar,” kata Tabarez lewat penterjemah. Pernyataan itu disampaikan Tabarez ketika ditanya wartawan, saran apa yang diberikannya pada sepakbola Indonesia.



Ditulis Oleh : Kristiana (915080089)
Sumber : Kompas, Sabtu, 9 Oktober 2010