Monday, August 30, 2010

TIDAK ADA ASAP JIKA TIDAK ADA API




Selasa, 31 Agustus 2010

Hubungan antara Indonesia dengan Malaysia kian memanas, walaupun begitu Mantan Perdana Mentri Malaysia Mahathir Mohamad tetap menilai bahwa Indonesia merupakan “sahabat”  dari negaranya tersebut, seperti yang dilansir oleh harian ibu kota Senin, 30 Agustus 2010.

Mahathir Mohamad menyatakan gelombang unjuk rasa yang terjadi di Jakarta yang bersifat  provokasi dengan melemparkan kotoran di Kedubes Malaysia serta menginjak dan membakar bendera Malaysia merupakan tindakan dari pengunjuk rasa bayaran.

Namun, pernyataan Mantan Perdana Mentri Malaysia tersebut tidak disetujui oleh Lydia (28), seorang karyawati yang sehari-harinya bekerja disalah satu perusahaan swasta di Jakarta. Ia meyakini demostrasi dan aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini merupakan bentuk perlawanan masyarakat Indonesia yang membela negaranya dari perlakuan yang tidak adil selama ini.

ah, kalau dibilang pengunjuk rasa bayaran kurang yakin deh, soalnya kan permasalahannya bukan baru pertama kali tapi sudah berlarut-larut, jadi yah gimana gak geram orang Indonesia. Mungkin juga karena pemerintah Indonesia terlalu lama ngambil tindakan, jadi masyarakat yang bertindak”, jelasnya.
Saat ini tidak ada bukti yang signifikan maupun informasi yang bisa membuktikan adanya pengunjuk rasa bayaran. Pemerintah Indonesia masih fokus menangani dugaan kasus penganiayaan yang dialami tiga petugas KKP.

Memang hubungan Indonesia dan Malaysia kembali memanas karena penangkapan tiga petugas Kelautan dan Perikanan oleh kepolisian Malaysia, seiring dengan perkembangan kasus, unjuk rasa terus terjadi dan kerap dinilai sebagai aksi yang anarkis sampai akhirnya pemerintah Malaysia menyatakan tidak akan meminta maaf kepada Indonesia dibeberapa harian Malaysia yang menjadi headline. Hal ini mungkin berbanding terbalik dengan apa yang di utarakan Mantan Perdana Mentri Malaysia tersebut, jika memang “sahabat” mengapa tidak ada kata maaf?

oleh: Ellen Aprilianti (915080053)
sumber: Kompas Cetak
             Senin, 30 Agustus 2010

No comments:

Post a Comment